Image Alt
  /  Artikel   /  Menulis Ulang Takdir

Menulis Ulang Takdir

“MENULIS ULANG TAKDIR”
Karya: Alexandra Anindya Ayu /9A/1

Dalam cinta semua terlihat benar . Semua mampu diubah olehnya. Bagiku rasa ini adalah sebuah keajaiban. Sangat indah, sangat murni, terang sampai-sampai kegelapan maut pun sirna olehnya. Tak ada yang dapat memisahkan bahkan maut dan takdir bukanlah masalah. semua menjadi naïf karena cinta. Semua orang dapat menulis kisah cintanya sendiri.

Malam yang dingin dan sunyi seperti biasanya. Malam yang dingin semakin piluh. Memandang rembulan mencari jawaban hati. Ketika hanya ada kehampaan di hati, hanya ada putus asa dan kecewa.  Bertanya-tanya apakah ada penawar sakit ini? Sakit yang mencabik-cabik, seperti mati rasa.

“Putri Selena, sampai kapan engkau akan termangu disini, kau bisa sakit, hari ini sangat dingin dan akan terjadi badai.” Kata pelayan yang setia menemani Selena.

“Kalian kembali ke istana, aku akan baik-baik saja bersama rembulan disini.” Jawab Putri Selena dengan suara yang hampa.

“Yang mulia, maaf bila ucapan hamba tidak sopan. Tetapi untuk apa membuang waktu disini? Sampai kapan Putri akan berduka? Sudah saatnya bangkit dan menerima takdirmu,” sahut pelayan.

“Kenapa… kenapa?? Kenapa aku tidak boleh menentukan takdirku sendiri?” Jawab Putri sambil pergi dengan hati yang kacau, kembali ke istana.

Putri Selena menjadi suka menyendiri dan tidak bisa konsentrasi dengan apa yang dikerjakan, setelah mendapat perintah dari ayahnya untuk di jodohkan dengan pangeran dari negeri lain. Sebenarnya sedari kecil, Putri Selena memanglah seseorang yang pendiam, penyendiri, dan terlihat seakan banyak sekali beban di matanya. Itu semua dikarenakan Raja dan Ratu mendidiknya penuh dengan tekanan dan tuntutan. Keluarga putri Selena pun tidak harmonis. Ia berkali-kali dikecewakan dengan tindakan ayahnya yang menghianati ibunya. Putri Selena seakan tidak percaya dengan adanya cinta.

Singkat cerita, tibalah hari pertemuan perjodohan antara keluarga Putri Selena dengan Pangeran Wilm dari kerajaan Aurum. Hari demi hari membuat Selena semakin sesak. Sehingga tepat sebelum acara pertemuan dimulai, ia melarikan diri jauh dari istana. Ia meninggalkan semuanya di kerajaan dan pergi dengan kuda putihnya.

Tak sadar ia telah pergi sangat jauh dari kerajaannya, Putri Selena terperanjat dengan ringkikan kudanya yang membuatnya terjatuh. Kudanya tidak mau melanjutkan perjalanan dan memandang takut ke arah depan.

“Maxim, ada apa? Tenanglah, kau seperti ketakutan. Ada apa?”  Tanya putri Selena dengan bingung sembari melihat ke sekitar. Dan ternyata yang membuat kudanya takut adalah sebuah hutan terlarang, yang mustahil orang bisa keluar dari sana. Namanya adalah hutan moors, hutan gaib yang tidak ada seorang manusia pun di dalamnya. Putri tidak punya pilihan selain berjalan kaki masuk ke dalam hutan itu agar tidak  ada seorang pun menemukan dirinya. Bahkan ia berpikir untuk mati saja daripada harus tunduk dengan kemauan orangtuanya, menikah dengan lelaki yang tidak dicintai.

Selena berjalan dengan penuh keraguan dan ketakutan, melihat ranting-ranting pohon yang serasa mengikutinya. Ditambah lagi dengan banyaknya hewan menyeramkan yang seakan mengawasinya untuk segera dilahap. Ia berusaha untuk keluar dari hutan itu dengan terus berlari, tertatih-tatih dengan kakinya yang berdarah karena menginjak semak berduri. Ia sudah tak tahan lagi dengan rasa sakitnya dan ia pun terjatuh, tidak sadarkan diri.

Putri pun terbangun dan melihat sekelilingnya. Ia berada di atas pohon, ditemani dengan teriknya sinar matahari dan ramainya burung bernyanyi. Ia berpikir kalau dia sudah mati.

Dikala putri yang sedang ternganga melihat keindahan hutan sekitarnya dari atas pohon, tiba-tiba terdengar suara sapaan hangat, “Hai, kau sudah bangun?’’ Putri pun tersentak kaget mendengar suara manusia hingga ia jatuh dari atas pohon. Dan ya, lagi-lagi pria itu menolongnya. Putri jatuh tepat di dalam dekapan sang pria tersebut. Mereka saling bertatapan. Sang Putri diam terheran dan masih bingung, apakah ia sudah berada di surga?

Dengan polosnya putri bertanya dengan terbata-bata “H… ha… haai, apakah kau malaikat?” Sang pria yang mendengar itu tertawa keras. “Apakah aku setampan itu, sehingga kau mengira aku malaikat?” Tanya sang pria sambil menunjukan senyum manisnya.

“Tu..tu..tunggu, lalu kau siapa?” Tanya putri sembari masih ternganga di dalam dekapan sang pria. “Hmm, aku Liyon. Ini pertama kalinya sejak sekian lama aku bertemu manusia, aku benar-benar bahagia. Bertemu denganmu seperti keajaiban. Kalau boleh tau, siapakah gerangan nama wanita cantik yang ada di hadapanku?” Ia berkata-kata dengan sangat lembut disertai dengan sunggingan bibirnya yang indah.

“A..aku Selena. Tunggu, sebelum berbincang lebih jauh bisakah kau turunkan aku dari dekapanmu?” Putri Selena berkata sambil tersipu malu.

“Ah, iya maaf. Oh iya aku sudah menyiapkan sarapan untukmu. Maaf hanya ada ini. Aku pilihkan buah-buahan ini, semoga kau menyukainya.” Kata liyon.

“Wah, terimakasih banyak.” Sahut Putri Selena dengan gembira. Mereka saling berbincang dan bercanda tawa, sambil menyantap makanan.

“Liyon, terimakasih ya. Aku sangat senang bias bertemu denganmu, hari ini adalah hari pertama aku tersenyum seumur hidupku. Aku kira, aku tidak akan pernah tersenyum sampai aku mati. Terimakasih juga telah menyelamatkanku dari hutan terlarang kemarin malam.” Kata Putri Selena dengan tulus.

“Iya, aku juga sangat senang bisa menyelamatkanmu. Kukira, aku akan seumur hidup sendirian disini. Aku bahagia sekali bisa melihat manusia lain. Aku tidak bisa pergi ke tempat lain selain disini, dan ke hutan terlarang karena sudah dikutuk. Tapi berkat itu aku jadi bisa bertemu denganmu.” Jawab liyon sambil terus memandangi Selena.

Tidak terasa sudah satu minggu Selena tinggal di hutan itu. Mereka menghabiskan waktu bersama-sama, memandangi keindahan pagi dan malam dari atas pohon. Sekarang putri Selena tidak lagi merasa sendirian. Biasanya ia selalu menatap rembulan dan bintang dengan cucuran air mata dan berharap keajaiban terjadi untuknya. Dan sekarang hal itu benar-benar terjadi, putri Selena sadar bahwa luka hatinya telah sembuh, dan hati hampanya terisi penuh dengan rasa untuk Liyon.

Selena berkata sambil memandang Liyon, “Liyon, kau tau sekarang aku akhirnya tau apa itu cinta. Aku telah jatuh cinta sangat dalam untukmu Liyon.” Mendengar hal itu Liyon pun juga menyatakan perasaannya. “Selena, entah siapa kamu. Entah kamu seperti apa. Tanpa mengenalmu, dikala aku pertama melihatmu aku telah jatuh hati. Bahkan rasanya sangat indah mencintaimu.” Mereka saling menyatakan perasaan di tengah salju pertama turun.

Ternyata nasib tidak  berpihak pada mereka. Di tengah kehangatan malam itu, suara deru prajurit kerajaan terdengar sangat dekat. Ternyata itu adalah prajurit kerajaan Aurum yang mencari Putri Selena. Pangeran Wilm sakit hati karena ditinggalkan dan merasa ditolak, sehinga ia memerintahkan prajuritnya untuk menangkap dan membunuh putri Selena.

Melihat semua itu, Liyon dan Putri Selena melarikan diri. Berlari sekuat tenaga. Namun apalah daya, para prajurit Aurum mulai meluncurkan panahnya. Panah tersebut nyaris saja menembus dada Putri Selena. Namun Liyon memeluk dan melindunginya, sehingga Liyon lah yang terkena panah itu.

“Liyonnn, maafkan aku. Harusnya aku yang terkena panah itu. Jangan tinggalkan aku, aku mencintaimu. Aku tidak mau kehilanganmu Liyon..” Teriak Selena sambil bercururan air mata.

Liyon yang telah basah dengan darah dan air mata Selena, serta badannya yang penuh dengan panah berkata, “Aku tidak akan pernah meninggalkanmu. Mencintaimu adalah anugerah dan hal terindah bagiku. Ingatlah meski langit runtuh, meski tanah terambang, aku akan tetap mencintaimu dengan rasa yang sama. Meski kita tidak dapat bersama di kehidupan ini. Aku berjanji, aku akan menemuimu dan mencintai hanya satu wanita saja yaitu kamu. Meski harus melewati seribu kehidupan.”

“Aku hanya akan menunggumu. Aku akan melawan semua takdir kehidupan hanya untukmu. Kita akan menulis ulang takdir bersama.“ Liyon mati di dalam dekapan Putri Selena.

Seseorang harus berani mengambil langkah besar untuk menentukan takdir hidupnya. Kau tidak harus diam dan menuruti nasib. Kau bisa merubah nasibmu, dan percayalah bahwa dirimu sendiri yang menentukan kisah hidupmu. Ingatlah bahwa akan selalu ada keajaiban yang menunggu mu didepan sana. Cinta membuat semuanya lebih indah.

Leave a comment

User registration

Reset Password